Nama : Jack Joe
NPM : 31409795
Kelas : 1ID03
Tugas Bahasa Indonesia (SoftSkill)
Pengaruh Bahasa Asing terhadap Bahasa Indonesia bagi Perkembangan Kaum Muda dan Anak-Anak
Bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu yang digunakan oleh setiap rakyat Indonesia dalam kehidupannya sehari-hari. Bila kita amati lebih dalam lagi, bahasa Indonesia bukan hanya sekedar alat komunikasi belaka. Bahasa Indonesia juga berperan sebagai alat untuk memperkokoh jati diri bangsa, terutama di masa globalisasi seperti saat ini. Masa globalisasi memungkinkan terjadinya pertukaran atau adaptasi kebudayaan antar bangsa-bangsa di dunia. Jika kita tidak selektif, maka bukan tidak mungkin kita terhanyut dalam kebudayaan asing dan kehilangan minat kita terhadap kebudayaan bangsa sendiri. Salah satu bentuk kebudayaan asing yang sangat cepat beradaptasi dalam masyarakat Indonesia adalah bahasa asing.
Dewasa ini, bahasa asing sudah banyak digunakan oleh masyarakat kita. Era globalisasi menjadikan bahasa asing sangat diperlukan dalam dunia pekerjaan, perdagangan dan pendidikan. Tuntutan zaman seperti ini membuat orang Indonesia cenderung lebih mengasah kemampuan mereka dalam berbahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Hal ini tentunya dapat menurunkan minat orang Indonesia terhadap bahasa dan kebudayaan bangsa sendiri. Kita dapat menemukan contoh-contoh yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, misalnya :
· Orang tua akan cenderung lebih bangga bila anaknya memiliki kemampuan berbahasa asing. Mereka rela untuk mengeluarkan dana yang cukup mahal agar anak-anaknya dapat mengikuti berbagai kursus intensif bahasa asing. Orang tua biasanya juga lebih bangga jika anaknya menempuh pendidikan di luar negeri. Ada dua kemungkinan yang menyebabkan orang tua bertindak demikian. Kemungkinan yang pertama yaitu faktor kebutuhan akan pendidikan yang terbaik serta memaksimalkan potensi anak. Kemungkinan yang kedua yaitu faktor gengsi. Para orang tua memiliki citra tertentu yang ingin dipertahankan dan terus ditingkatkan. Hal ini biasanya terjadi pada pergaulan kelas elit yang memberikan tuntutan tinggi bagi setiap orang tua dalam menjaga image keluarga mereka di antara rekan-rekan kerjanya.
· Anak-anak muda biasanya lebih bangga bila dapat menggunakan istilah-istilah asing dan akan lebih bangga lagi bila fasih berbahasa asing. Selain itu kaum muda biasanya juga lebih bangga bila menggunakan atau membeli produk luar negeri. Hal ini mungkin disebabkan oleh tuntutan pergaulan masa kini.
Dari kedua contoh tersebut dapat dipahami bahwa keduanya dapat terjadi karena tuntutan masa kini yang ditujukan kepada generasi penerus. Maka dampak dari tuntutan era globalisasi ini akan sangat dirasakan oleh generasi penerus, dalam hal ini adalah anak-anak masa kini. Bahasa asing yang semakin menerjang masuk ke dalam aspek-aspek kehidupan bisa saja menggeser posisi bahasa Indonesia di hati kaum muda dan anak-anak. Bila hal ini terjadi, rasa cinta tanah air dan nasionalisme dalam hati kaum muda dan anak-anak Indonesia akan semakin berkurang. Selain itu, kaum muda dan anak-anak yang masih dalam proses pembelajaran tentunya akan mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Contoh nyata yang dapat kita dapati dalam keseharian misalnya :
· Para remaja atau anak-anak yang belajar bahasa Indonesia di sekolah sering mengalami kendala dalam menyebutkan lafal tertentu atau menuliskan kata-kata tertentu yang diserap dari bahasa asing. Misalnya ketika menyebutkan lafal dari huruf V, banyak pelajar yang menyebutnya “fi”. Lafal tersebut merupakan lafal dalam bahasa Inggris, padahal lafal yang benar dalam bahasa Indonesia adalah “fe”.
· Contoh kedua misalnya ketika para pelajar diminta untuk menuliskan kata-kata serapan seperti “sistem”, “kontrol”, “fotokopi”, dan “komputer”, banyak pelajar yang menuliskan kata-kata tersebut menjadi : “system”, “control”, “photocopy”, dan “computer”. Kata-kata tersebut bukanlah kata-kata yang dituliskan sesuai EYD dalam bahasa Indonesia. Kata-kata tersebut merupakan merupakan kata-kata yang dituliskan dalam bahasa Inggris.
· Banyak anak yang diberikan tambahan pendidikan intensif bahasa asing sejak mereka masih kecil (TK atau SD) sedangkan sangat jarang bahkan hampir tidak ada anak-anak yang diberi pendidikan intensif bahasa Indonesia oleh orang tuanya sejak dini. Bahkan sangat sedikit lembaga pendidikan yang menyediakan pendidikan intensif bahasa Indonesia.
Dari contoh-contoh peristiwa di atas, kita dapat mengetahui bahwa banyak kaum muda Indonesia yang masih rancu dan tidak tepat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Anak-anak merupakan korban dari derasnya arus adaptasi bahasa asing yang tidak ditanggapi secara tepat oleh para orang tua. Hal ini bisa membuat anak-anak Indonesia tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Jika tidak segera ditanggapi dan dikoreksi, anak-anak ini akan mengalami kesalahan dan kerancuan terus menerus dalam berbahasa.
Selain berbagai dampak negatif tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa asing juga memiliki pengaruh positif bagi perkembangan anak-anak jika dapat dimanfaatkan dengan benar. Beberapa pengaruh positif tersebut antara lain :
· Bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pergaulan dan sarana komunikasi internasional
· Bahasa asing memperkaya kemampuan seseorang dalam berkomunikasi
· Dalam mempelajari dan mengoperasikan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi (khususnya komputer) bahasa asing sangat dibutuhkan (biasanya bahasa Inggris) sebab merupakan bahasa internasional yang digunakan di seluruh negara.
Jadi dari semua penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa bahasa asing dapat memberikan pengaruh yang negatif atau positif bagi perkembangan kaum muda dan anak-anak, tergantung bagaimana masing-masing kaum muda dan para orang tua memanfaatkan keberadaan bahasa asing tersebut. Namun perlu diingat, kita sebagai bangsa Indonesia harus menyikapi keberadaan bahasa asing tersebut secara bijaksana sehingga kita tidak terseret arus kebudayaan asing dan meninggalkan bahasa dan kebudayaan bangsa sendiri.
Related Articles
No user responded in this post
Leave A Reply